Di Kabupaten Qingyun Provinsi Shandong, Upasika Qi Su-ping membangun
sebuah vihara yang bernama Vihara Jinshan. Dia memiliki lahan gandum seluas 400
Are, yang sudah siap panen, tiba-tiba diserang hama belalang, alhasil seluruh
gandum habis dimakan belalang.
Para petani yang berdekatan menganjurkan dirinya supaya menyemprot Pestisida,
Qi Su-ping meneleponku, apakah menyemprot pestisida adalah membunuh, saya
bilang padanya, coba renungkan baik-baik bagaimana solusinya.
Akhirnya dia memutuskan tidak menggunakan pestisida, mengikhlaskan hasil
panen lahan seluas 400 Are dimakan belalang. Kemudian membawa sekelompok orang
melafal Amituofo sambil mengelilingi lahan tersebut; tidak lama kemudian
turunlah hujan lebat dan angin kencang, usai itu hama belalang lenyap tak
terlihat lagi.
Para petani di sekitar yang melihat hal ini jadi tercengang,
bagaimana mungkin? Tetapi inilah kenyataan. Andaikata dia menggunakan
pestisida, menjalin ikatan permusuhan dengan para makhluk, maka ini menciptakan
masalah besar.
Dia membangkitkan hati Maitri Karuna, tidak membunuh. Dia juga tidak
terpikir bahwa belalang itu bisa lenyap semuanya.
Kutipan
Ceramah Master Chin Kung 30 April 2010
在現代,好像是前年,山東慶雲,齊素萍居士在那裡建個廟,金山寺。她那個地方,那個時候小麥,四百畝地的小麥要收成,忽然遭到蝗蟲,這個事情麻煩了,小麥會被蟲吃光。附近的農民告訴她要噴農藥,齊居士打電話來問我,噴農藥是殺生,我說妳好好去想想看怎麼處理。她最後想通了,不殺生,絕不噴農藥,寧願四百畝小麥統統給蝗蟲吃掉,供養牠們,也不殺害牠們。這個念頭起了,她也帶一群人到麥田裡面去念阿彌陀佛,在麥田繞佛;下了一陣小雨,刮一陣風之後,那些病害蟲一個都沒有了。附近這些農民感到很驚訝,怎麼會沒有?真的,一個都找不到,大豐收。如果她要是噴農藥,跟這些眾生結下冤仇,那就麻煩大了。她發的是慈悲心,一個小蝗蟲都不殺。她也沒想說牠離開,結果這些小蟲真的沒有了,這是她告訴我的。
文摘恭錄 — 淨土大經解演義 (第二十六集) 2010/4/30
Kita dapat
memastikan pada masa kehidupan lampau, kelahiran demi kelahiran kita telah
bersua dengan Pintu Dharma Pelafalan Amituofo, lantas mengapa masih belum
berhasil terlahir ke Alam Sukhavati? Persoalannya terletak pada “keyakinan” dan
“tekad”, salah satunya masih belum sempurna, alhasil hanya bisa mengikuti
kekuatan karma berputar di lingkaran enam alam tumimbal lahir.
Orang awam sukanya
berpikir begini : “Saya suka Pintu Dharma ini, tapi pintu Dharma yang itu juga
penting lho!”. Tidak serupa dengan praktisi senior jaman dulu, mereka akan
menguasai Pintu Dharma Tanah Suci terlebih dulu, setelah berhasil barulah
belajar yang lainnya.
Contohnya Master
Jiao-guang, dia melatih Pintu Dharma Tanah Suci, saat menjelang ajal, Buddha
Amitabha datang menjemputnya, dia sudah berhasil, tetapi dia teringat akan
penjelasan Surangama Sutra yang ditulisnya, ada yang harus dikoreksi.
Kemudian dia minta
ijin pada Buddha Amitabha untuk mengoreksi penjelasan sutra karyanya tersebut,
usai itu barulah terlahir ke Alam Sukhavati, Buddha Amitabha mengijinkannya.
Master Jiao-guang
telah berhasil menguasai Pintu Dharma Tanah Suci, yang juga berarti dia telah
mampu terlahir ke Alam Sukhavati dengan bebas tanpa rintangan, dia boleh pergi
kapan saja; demi membantu para makhluk, menetap beberapa tahun lagi di dunia
ini juga bukan masalah, ini merupakan ketrampilan.
Kalau belum
memiliki ketrampilan begini, maka ingatlah baik-baik, melatih metode Sukhavati
merupakan hal pokok yang paling utama, mengapa demikian? Sampai di Alam
Sukhavati menyempurnakan KeBuddhaan.
Guru Sesepuh
memberitahukan pada kita : “Asalkan bersua dengan Buddha Amitabha, buat apa
merisaukan pencerahan tak tercapai”, pencerahan yang dimaksud di sini adalah
penerangan sempurna, menemukan kembali jiwa sejati, mencapai KeBuddhaan.
Setelah mencapai
penerangan sempurna, Anda telah menjadi Buddha, tiba saatnya mewujudkan butir
pertama dari “Empat Tekad Agung Bodhisattva” yakni bertekad menyelamatkan para
makhluk yang tak terhingga, kini Anda telah mampu mewujudkannya. Menyelamatkan
para makhluk namun tidak merintangi diri sendiri sama sekali, para makhluk
memohon penyelamatan, Anda segera meresponnya.
Kutipan
Ceramah Master Chin Kung 30 April 2010
我們自己應當能夠肯定過去生生世世我們曾經多次遇到,為什麼沒有往生?就是信願欠缺的這一點沒有把它補足,所以還是隨業流轉。我喜歡這個法門,那個法門很重要,還是搞這個,不像古大德,古大德是先把淨土取得了,再搞其他的。像交光大師,他取得淨土,他臨命終時阿彌陀佛來接引他,取得了,但是他想到《楞嚴經》的註解有問題,古大德這些註解都不是佛的意思,他向阿彌陀佛告假,我把這部註解註好再去,阿彌陀佛准許。你看,這就是他取得淨土了,也就是說,於自己往生不礙事了,在這個世間住的時間長短可以自在,想早一天去,行,能去得了;想幫助眾生,再住幾年也不礙事,這一種功夫,行!要不是這種功夫,那我們應當要記住,我們取極樂世界是我們的頭等大事,為什麼?到極樂世界就成佛。祖師大德告訴我們,「但得見彌陀,何愁不開悟」,那個悟是大徹大悟,明心見性,見性成佛,不是一般的悟。真正徹悟之後,那就跟佛一樣,實踐你四弘誓願裡面第一大願,眾生無邊誓願度,你真能做得到,度眾生對自己絲毫妨礙都沒有,眾生有感,你就有應,感應道交絕不失時。
文摘恭錄 — 淨土大經解演義 (第二十六集) 2010/4/30
Melafal sepatah Amituofo dapat mengeliminasi 8 miliar kalpa dosa
berat samsara. Dengan demikian barulah menyadari bahwa jasa kebajikan dari melafal
Amituofo sungguh tak terbayangkan. Praktisi jaman dulu berkata : Daripada
membaca sutra lebih baik melafal mantra, daripada melafal mantra lebih baik
melafal Amituofo.
Lantas mengapa kita melafal Amituofo, tetapi tidak dapat
mengeliminasi rintangan karma? Hati kita tidak suci, keraguan kita belum lenyap,
dengan adanya keraguan berbaur di dalamnya, lagi pula selalu terputus, maka itu
sulit terjalin dengan Buddha dan Bodhisattva.
Setelah memahami kebenaran ini, barulah kita menyadari bahwa bertobat
merupakan sebuah hal yang sangat penting. Bagaimana caranya bertobat? Yakni
melepaskan kemelekatan, jangan lagi menaruh sampah-sampah batin di dalam
hatimu, barulah hati dapat kembali suci seperti sedia kala, dengan demikian
rintangan karma dapat dieliminasi.
Kalau rintangan karma tidak dihapus, bagaimana hatimu dapat suci?
Baik yang diakumulasi dari masa kelahiran lampau maupun masa kelahiran
sekarang, rintangan karma dan tabiat, semua ini lepaskanlah.
Dengan perkataan lain, jangan dipikirkan lagi, yang berlalu biarlah
berlalu, ingatlah kata Buddha bahwa “Segala yang berwujud adalah khayalan semu”,
oleh karena adalah khayalan semu, buat apa anda memikirkannya?
Kalau masih saja memikirkannya, lagi-lagi menciptakan karma buruk.
Tubuh dan mulut tidak melakukan karma buruk, namun pikiran anda menciptakan
karma buruk. Tubuh dan mulut akan berhenti menciptakan karma sewaktu anda
tertidur, namun pikiran ini, tak henti-hentinya menciptakan karma, bentuk-bentuk
pikiran bermunculan terus menerus; dengan perkataan lain, hal-hal yang anda
risaukan itu sudah terlampau banyak, anda tidak sanggup melepaskannya.
Sekarang anda harus menyadari bahwa bila ingin mengakhiri samsara, selamanya
terbebas dari enam alam tumimbal lahir, maka anda harus belajar melepaskan
kemelekatan. Buddha dan Bodhisattva mengharapkan kita dapat serupa dengan
Mereka, asalkan bersedia melepaskan kemelekatan, maka anda juga dapat menjadi
Buddha dan Bodhisattva.
Kutipan
Ceramah Master Chin Kung 30 April 2010
學佛、念佛也是消業障,經上說,念一聲阿彌陀佛,消八十億劫生死重罪,這才知道念佛功德不可思議。古大德常說:念經不如念咒,念咒不如念佛。我們念佛,為什麼消不了業障?我們的心不清淨,我們的疑慮沒斷,所以有懷疑、有夾雜,而且也常常間斷,所以佛菩薩的應我們就很難感受得到。明白這個事實真相,然後我們才知道,懺除業障這是很重要的一樁大事情,懺悔業障。怎麼懺悔?還是一句老話,放下,不要再把這些拉雜東西放在心上,心地恢復清淨,業障懺除了。業障不除,你的心怎麼會清淨?宿世今生,業障習氣,宿世是習氣,統統要放下。換句話說,不要再去想了,不但是過去了,已經過去了,記住佛的話好,「凡所有相,皆是虛妄」,既然是虛妄,你念它幹什麼?你想它幹什麼?你念它又造業,你想它也造業,身口沒有造業,你意在造業,意業不斷。身口造業有斷的時候,睡覺了,身口不造業了,可是意還在造業,你念頭不斷;換句話說,你還是所謂牽腸掛肚的太多了,你放不下。現在要知道,要想了生死,要想永遠脫離六道輪迴,佛菩薩好,非常羨慕,希望我也能當佛菩薩,那你就得真放下。你當不上佛菩薩是因為你沒放下,放下就當上了。
文摘恭錄 — 淨土大經解演義 (第二十六集) 2010/4/30